Lavender


Nama: Anindya Paramitha

Kelas: IX MIPA 5

No Presensi: 05

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

Guru: Pak Yogi Ramadhan Mustofa, S.Pd


RESENSI NOVEL
A. Identitas Buku
Detail
Judul : Lavender
Genre : Fiksi Remaja
Format : Soft cover
Penulis : Astri Salvia Aznani
Penerbit : Loveable
Halaman : 320 Halaman
Tanggal terbit : 3 Februari 2022 
Panjang : 19 cm 
Lebar : 13 cm 
Berat : 0.17 kg 
ISBN : 9786233100403 
Bahasa : Indonesia

B. SINOPSIS

“Dia adalah orang yang selalu kusebut sebagai monster dalam kehidupanku, Duniaku kelam saat itu juga. Mentalku terguncang, aku dipermalukan begitu rendahnya. Semua menatapku bagai bangkai yang patut dijauhi.” 

Calista menatap sinis lima orang cowok gagah yang sedang berdiri di hadapannya. Ia menunjukkan senyuman miring kepada mereka. Lima orang cowok itu memang tampan, tetapi hati mereka sama sekali tidak tampan. Calista sangat mengetahui itu. Calista langsung mempertanyakan dengan sinis apa keinginan lima cowok itu mejeng di tempat itu.

Salah satu dari mereka yang bernama Sangga, menjawab pertanyaan Calista dengan balik bertanya menggunakan nada tinggi, apakah dia yang membentak Shena di kantin? Calista menjawab dengan santai bahwa benar, memang dia yang membentak Shena tadi. Ia malah mempertanyakan apakah cewek itu mengadu ke mereka?
Calista benar-benar tidak takut sama sekali dengan kelima cowok itu meskipun mereka semua melihat Calista dengan tatapan yang penuh intimidasi. Pikir mereka, berani-beraninya cewek ini terus melawan mereka tanpa rasa takut. Sangga kemudian bertanya kepada Calista, apakah dia tidak tau siapa mereka? Sebab, tidak mungkin ada murid SMA Pancasila yang tidak mengenal reputasi Skorpios.

Calista malah menjawab bahwa dirinya mengetahui siapa mereka, yakni pecundang yang beraninya ramai-ramai. Ia mengatakannya dengan sinis sambil memasang muka yang penuh keangkuhan dan melipat kedua tangannya di depan dada. Kelima cowok itu tentunya terkejut mendengar perkataannya itu. Mimik muka Al sebagai ketua Skorpios mulai berubah menjadi menyeramkan. Terpancar amarah di wajah yang penuh ketegasan itu.
Diremehkan adalah hal yang paling Al benci. Al kemudian tersenyum sinis dan mengatakan kepada Calista untuk tidak belagu, karena dia seorang cewek. Calista malah mempertanyakan, apakah dirinya yang belagu? Bukannya mereka berlima yang belagu? Sepertinya kelima cowok itu tidak berkaca.

Sangga mengambil langkah untuk mendekati Calista, ia memiliki niat untuk memberikan pelajaran kepada cewek yang dianggapnya kurang ajar ini. Melihat hal itu, Calista langsung mengancam, jika ada yang berani menyentuh dirinya, dia akan pastikan tangan mereka patah di esok hari. Calista memang memiliki backingan yang cukup banyak. Tinggal telepon saja, semua backingannya pasti akan datang.
Lima cowok itu dibuat terkejut lagi oleh Calista. Cewek ini sepertinya bukan cewek biasa. Terlihat sekali dari keberaniannya dan juga kepalan tangannya yang menandakan dirinya penuh dengan amarah. Calista menatap tajam satu persatu cowok-cowok itu, lalu m menunjuk mereka dengan penuh amarah. Ia kemudian menyuruh mereka semua mendengarkannya baik-baik, “Siapapun diri lo, gak peduli lo cowok atau cewek, gue ga akan takut!”

Calista mengatakan itu dengan nada tinggi. Tujuannya menghampiri mereka berlima memang untuk marah-marah ke mereka. Mata Calista kemudian menyoroti Al dengan sinis, menunjukkan rasa dendam yang berkobar. Ia lalu berkata, “Al Cakrawala, ketua geng yang memimpin para penindas kepada mereka yang lemah? Hidup lo kasian amat sampai bertingkah kaya gitu?”. Calista mengatakannya sambil terkekeh geli.

Al sudah ingin maju, tetapi ia ditahan oleh Bara, cowok tampan yang kepribadian sangat cuek. Mata Al yang tajam itu menyoroti Calista, menyelami segala ucapannya dan bentuk perbuatannya. Al kemudian menatap Bara penuh tanda tanya. Ada apa Bara sampai menahannya begitu? Al kemudian mengangkat satu alisnya, pertanda dirinya menantang supaya Bara menjelaskan apa maksudnya.

“Dia adalah gadis yang berbahaya”, kata Bara. Keempat teman Bara terdiam mendengar perkataannya itu. Sebab, mereka mengetahui bahwa Al akan selalu mengatakan fakta. Bara juga memiliki kendali atas Skorpios. Bara memang ahli dalam hal menyelidiki, memprediksi, dan mengatakan fakta. Keahlian Bara itu tidak bisa diragukan lagi. Calista kemudian tertawa geli dan mengatai kelima cowok itu sebagai pengecut

Calista Shaqueena adalah gadis yang sangat kuat dan berani. Ia memiliki paras cantik, tetapi selalu menampilkan mimik muka sadis saat melihat orang yang dia benci. Tujuannya kembali ke tempat kelahirannya hanya untuk membalas dendam. Al Cakrawala adalah lelaki tampan yang berkepribadian nakal. Ia menjabat sebagai ketua geng paling disegani di SMA Pancasila. Geng yang dipimpinnya itu memiliki lima orang anggota inti. Salah satunya adalah Sangga, yang merupakan pacar dari Shena, si ratu penindas. Geng yang bernama Skorpios itu selalu saja melindungi Shena.

Skorpios menjadi benteng yang begitu kuat untuk gadis jahat itu. Tidak ada yang berani menyakiti Shena, sampai suatu saat, Calista datang dengan keberaniannya yang berkobar. Sebuah diari dijadikan barang bukti oleh seorang Calista Shaqueena untuk menghukum cewek licik yang berlindung di balik geng itu. Ia sudah muak melihat Shena menindas orang yang dinilai lemah, karena memiliki kekuasaan di sekolah.

Calista akan menyiksa orang itu secara perlahan, hingga gadis jahat itu yang akan meminta kematiannya sendiri. Rencana itu hampir sempurna jika saja Al Cakrawala tak datang dengan rasa sakitnya dan membuat pijakan Calista goyah. Tak mudah baginya menyingkirkan seseorang yang memiliki perasaan cinta. Oleh karena tujuan Calista hanya ingin menghancurkan satu orang dan membuatnya tidak akan tenang seumur hidup.


C. KELEBIHAN

novel Lavender ini memiliki sejumlah kelebihan. Kelebihan pertama, yaitu dari cara bercerita Astri Salvia Aznani yang sangat mengalir, alurnya cepat, dan gayanya ala anak muda, yang tentunya sesuai dengan target pembaca novel ini. Astri Salvia Aznani juga menggunakan bahasa sehari-hari yang biasa digunakan kalangan remaja, sehingga tentunya dapat mudah untuk dimengerti.

Selain itu, premis cerita ini juga sangat menarik, karena secara tidak langsung, Astri Salvia Aznani mengemas isu emansipasi perempuan ke dalam kisah cinta remaja ini. Astri Salvia Aznani mengangkat isu tentang bagaimana perempuan yang masih suka dianggap lemah, direndahkan, dan lain sebagainya. Selain itu, Astri Salvia Aznani juga mengangkat isu penindasan yang kerap terjadi di kalangan remaja.

Melalui kisah ini yang mengangkat isu-isu yang umum terjadi di masyarakat, Astri Salvia Aznani menyelipkan berbagai pesan moral yang bisa menjadi pembelajaran bagi pembaca. Hal ini menjadikan kisah cinta remaja ini menjadi sarat akan makna. Secara keseluruhan, novel Lavender ini adalah bacaan yang ringan, segar, dan bermakna, yang pastinya cocok dijadikan hiburan di kala waktu senggang.


D. KEKURANGAN

Selain kelebihan, novel Lavender ini memiliki kekurangan. Kekurangan novel ini terletak pada beberapa kalimat yang susunan katanya dinilai kurang tepat, sehingga membuat beberapa pembaca bingung dan kurang nyaman membacanya. Namun, pembaca tentunya masih bisa memahami kisah ini dengan mudah.


E.1 Tema
Tema novel lavender yaitu menceritakan tentang seorang gadis jagoan yang bernama Calista Shaqueena. Sebuah diari dijadikan barang bukti oleh seorang Calista Shaquenaa untuk menghukum dalang yang berlindung di balik SKORPIOS. 

E.2 Tokoh
-Calista
-Sangga
-Shena
-El Bara
-Lima cowok
-Geng Skorpios
-Reyna
-Al Cakrawala
-Virgo
-Keanu
-Mark (Papa Calista)
-Andrew
-Drystan


E.3 Alur
Novel Lavender menggunakan alur maju dan alur mundur (Campuran)

E.4 Sudut Pandang
Sudut pandang dalam novel Lavender menggunakan bahasa yang ringan yaitu bahasa sehari-hari sehingga mudah di pahami oleh pembaca nya

E.5 Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang digunakan dalam novel Selena menggunakan bahasa yang ringan yaitu bahasa sehari-hari sehingga mudah dipahami oleh pembacanya.

Tidak dijumpai penggunaan majas perumpamaan yang kalimatnya sulit untuk dipahami.

E.6 Latar Tempat
- Kantin sekolah
- sekolah SMA Pancasila
- Markas Skorpios
- Roftoop

E.7 Latar Waktu
Pagi hari



F. Pesan Moral Novel Lavender

Dari novel Lavender ini, kita dapat meneladani sikap Calista yang memperjuangkan keadilan, meskipun bukan untuk dirinya sendiri. Ini menunjukkan bahwa Calista adalah orang yang peduli dan rasa empatinya tinggi. Pembaca bisa meneladani bagaimana ia berani menyuarakan hal yang benar, hal yang bisa membuat keadaan menjadi damai.

Selain itu, melalui kisah ini kita dapat belajar juga untuk tidak menjadi seperti anggota Skorpios yang memandang rendah Calista, karena ia adalah seorang wanita. Ini mengindikasikan bahwa mereka tidak memandang wanita sederajat. Jangan menjadi seperti mereka yang membeda-bedakan orang hanya karena gender, ras, suku, atau lain sebagainya.

Dikisahkan juga bahwa Skorpios selalu membela Shena meskipun dirinya salah. Sebagai teman yang baik, dan sebagai manusia yang baik, hendaknya kita selalu bersikap objektif. Jika teman kita salah, maka seharusnya kita memberitahunya, supaya dia tak mengulangi kesalahan itu lagi. Bukan malah menganggapnya benar, karena ia memiliki hubungan yang dekat dengan kita.

Dari kisah ini juga, kita dapat belajar untuk tidak melakukan penindasan. Penindasan adalah hal yang tidak baik dan dapat menghancurkan hidup orang lain. Hendaknya kita selalu berbuat baik kepada sesama kita, supaya kita juga dapat diperlakukan dengan baik.


G. Rekomendasi
Saya merekomendasikan Novel ini karena memiliki alur yang menarik,keren,dan fantastik saat di baca.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

MARVELUNA

DARI AKU YANG HAMPIR MENYERAH